Kaderisasi ? Perlukah?
Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa, generasi yang diharapkan dapat memperjuangkan kelangsungan sebauah bangsa dan negaranya, terutama rakyat kecil yang sangat rentan terhadap efek negatif yang terimbas dari kebijakan publik yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Berawal dari sejarah, mahasiswa telah menjadi tonggak perubahan bangsa, berperan daalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu, peran dari mahasiswa atau pemuda sangat diharapka akan terus ada hingga Bangsa dan Negara ini makmur dan sejahtera. Seperti kutipan perkataan Bung Hatta,” mahasiswa akan habis masa pergerakannya ketika rakyat Indonesia sudah makmur dan sejahtera”. Artinya, tidak ada lagi kelaparan, kemiskinan, bunuh diri hanya karena tidak dapat sesuap nasi, kriminalitas, pemukiman kumuh, korupsi, kematian karena kejahatan ekonomi, dan masih banyak lagi.
Namun, hingga saat ini, kesejahteraan dan kemakmuran yang merata belum terwujud. Masih banyak kelaparan, kemiskinan, dan masalah-masalah tadi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Rakyat justru semakin terpuruk, jauh dari harapan. Dan lebih parahnya lagi, kebrobrokan moralitas pemerintah sekarang diiklankan dimana-mana? Sudahkah hilangkah hati nurani mereka semua? Sampai kapan rakyat akan tertindas? Sampai kapan rakyat akan menangis karena penderitaan yang seharusnya tidak mereka rasakan? Akankah kita, sebagai mahasiswa hanya diam, termenung, bahkan apatis melihat itu semua? Apakah kita sama dengan sebagiann mereka yang duduk di bangku pemerintahan yang tidak bertanggung jawab pada amanahnya??
Karena itulah, kita sangat membutuhkan adanya kaderisasi yang merupakan suatu metode terencana, memerlukan pemikiran dan tindakan yang tepat dan taktis untuk mentransfer nilai-nilai pergerakan yang harus ada dalam diri mahasiswa, simpelnya intelektualitas yang dibungkus dengan moralitas. Kaderisasi sangat diperlukan agar mahasiswa dapat terus concern atau peduli terhadap rakyat, terhadap isu yang ada di Indonesia ini. Selain itu, dengan adanya kaderisasi, nilai-nilai pergerakan mahasiswa akan terus mengalir dari generasi ke generasi sehingga gerakan mahasiswa pun tentu akan terus dapat dipertahankan dan konsisten serta terus mengawa perkembangan bangsa dan negara ini.
Saat ini, kaderisasi ini sangat dibutuhkan karena mengingat kenyataan bahwa semakin lama orang-orang semakin apatis terhadap isu-isu sosial politik yang dampaknya langsung dirasakan rakyat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dikader oleh pengkader hebat untuk melestarikan gerakan mahasiswa ini. Jikalau kaderisasi ini tidak ada, kemungkinannya adalah mahasiswa apatis bahkan bisa terjerumus oleh bujuk rayuan oknum pemerintah karena sangat lemahnya kekuatan mahasiswa sehingga diambil alih oleh pemerintah. Lalu, pertanyaan selanjutnya “ Mau dibawa ke mana bangsa dan negera ini ?. Hal ini tentu tidak diharapkan sama sekali. Maka dari itu, untuk mencegah hal yang tidak diharapkan, kaderisasi lah salah satu cara untuk mempertahankan nilai-nilai dan gerakan mahasiswa.:)
*Numpang curhat*
Cinta itu bisa indah atau justru malah menjadi luka, tergantung orang itu menganggap cinta sebagai apa..tapi dilain hal, cinta itu adalah realita, kenyataan.., termasuk juga cinta yang bertepuk sebelah tangan, atau parahnya tidak bertepuk sama sekalli >.<
Tapi, itulah adanya.Itulah yang kadang terjadi dan menimpa seseorang. Di sore menjelang malam hari ini„saya melihat orang yang selama ini menginspirasi saya..orang yang selama ini saya tunggu tebaran semangatnya, orang yang selama ini saya harapkan untuk bisa menjadi kakak teladan saya….tapi ternyata semua itu terpatahkan dengan satu kenyataan bahwa dia….dia…tidak seperti yang saya harapkan..:(
Hari ini, tepat sore ini saya bersysukur Allah SWT mempertemukan saya dengan dia walaupun hanya sekedar bertegur sapa..dengan berkata..”ka”, lalu dia membalasnya dengan senyuman. Hanya itu saja sdah cukup bahagia. Yang penting melihat dia bahagia juga sehat itu sudah merupakan suatu kebahagiaan tersendiri untuk saya. Seandainya saya bisa sharing, mungkin saya akn cerita banyak hal, cerita ini dan itu……
Tapi„,sekali lagi itu mungkin hanya mimpi belaka, mimpi yang tak memliki pintu menuju kehidupan nyata..saya melihat dia bersama orang lain, mungkin salah satu orang yang penting dalam kehidupannya.. Entahlah, hati saya tiba-tiba tidak enak, dan ingin berteriak… ” Ya Allah„,aku tahu, mungkin inilah yang selama ini aku belum tahu„hari ini Engkau tunjukkan kepadaku ya Allah..” walaupun sakit setidaknya saya bersyukur Allah menunjukkan yang sebenarnya„,semoga dia akan selalu bahagia termasuk dengan orang yang penting baginya„,semoga dia selalu tersenyum.. walaupun di sini hanya bisa melihat itu..pi, inilah hidup„saya harus bersyukur dengan semua yang Allah berikan„,dan semoga Allah memberikan kado terindaah untuk saya dan akan muncul di saat yang tepat..amin..
Pelajaran yang bisa di ambil adalah saling menghargai, memahami, saling mengerti, dan saling percaya. teman atau sahabat adalah orang yang memahami kita baik dalam suka maupun duka, tegas antara benar dan salah.
Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Masih banyak kepingan hati yang tersakiti, masih banyak ketidakelokan perspektif selama ini dan masih banyak keraguan di hati.Namun, satu kekuatan yaitu kasih sayang yang membuat hati kita lunak, membuat diri termenung untuk sadar akan satu hal, dan kemudian berpikir_melangkah dengan tepat. Adalah hal yang riskan jika kita egois, jika kita hanya menyalahkan teman atau sahabat kita tanpa solusi nyata, atau memberi justifikasi namun dia sendiri juga melakukan kesalahan itu. Hanya ketulusan dan keikhlasan sebagai persepsi_sikap awal untuk menghapus keangkuhan, menang sendiri, bahkan riya.
Intinya adalah saling pengertian..to be continued.